WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Pertanian memastikan program bantuan pengembangan komoditas perkebunan tahun 2026 mulai memasuki tahap pelaksanaan. Program yang bersumber dari Kementerian Pertanian tersebut mencakup pengembangan perkebunan seluas 900 hektare yang terdiri dari 300 hektare tanaman kelapa dalam, 300 hektare tanaman pala dan kakao 300 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho menjelaskan, bantuan tersebut terbagi dalam tiga kegiatan utama dengan melibatkan puluhan kelompok tani yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Untuk komoditas kelapa, bantuan diberikan kepada 24 kelompok tani, sementara pengembangan pala melibatkan 13 kelompok tani dan kakao diberikan kepada 15 kelompok tani.
Saat ini seluruh kelompok penerima telah memasuki tahapan pembukaan rekening bank. Rekening tersebut menjadi sarana penyaluran dana bantuan yang akan ditransfer langsung oleh Kementerian Pertanian kepada masing-masing kelompok tani.
“Proses di kementerian sudah selesai sampai tahap tender. Sekarang tinggal penyelesaian administrasi berupa pembukaan rekening kelompok. Setelah itu biaya tanam akan langsung ditransfer dari kementerian ke rekening kelompok tani, sehingga mereka dapat segera melaksanakan penanaman,” jelasnya, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, seluruh kecamatan di Halmahera Tengah menjadi sasaran program tersebut, mulai dari wilayah selatan hingga Kecamatan Pulau Gebe. Dengan cakupan itu, pemerintah berharap manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum yang baik bagi sektor pertanian di Halmahera Tengah karena berbagai bantuan pemerintah pusat mulai dikucurkan kepada para petani.
“Kami berharap tahun ini petani benar-benar merasakan banyak bantuan untuk pengembangan usaha tani. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan masuknya program tersebut ke Halmahera Tengah, termasuk dukungan pimpinan daerah yang terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya pimpinan daerah Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang terus memperjuangkan agar petani Halmahera Tengah memperoleh program dari pemerintah pusat. Harapannya, bantuan ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Dinas Pertanian berharap pengembangan tanaman perkebunan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat. Dalam lima tahun ke depan, tanaman-tanaman tersebut diproyeksikan mulai menghasilkan dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani.
“Harapan pemerintah dan Kementerian Pertanian, bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lima tahun ke depan, hasilnya diharapkan sudah bisa dinikmati dan menjadi warisan ekonomi bagi anak cucu para petani di Halmahera Tengah,” tutupnya. (*)









