Dinas Pertanian Halteng akan Segera Miliki Vertical Dryer Berkapasitas 10 Ton

idetimur.com
Kepala Dinas Pertanian Halteng, Lutfi Tutupoho bertemu Ketua Tim Kerja Penyediaan Alsintan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura di kantor Kemetan RI (ft/ist)

WEDA – Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, akan segera menerima bantuan vertical dryer atau mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton dari Kementerian Pertanian RI.

Bantuan tersebut merupakan hasil upaya Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadin, bersama Kepala Dinas Pertanian Lutfi Tutupoho yang secara langsung mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertanian. Permohonan itu kemudian mendapat respons positif dan akan direalisasikan oleh Ketua Tim Kerja Penyediaan Alsintan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Taufik saat pertemuan di Jakarta pada 8 Juli 2026.

Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lufti Tutupoho, mengatakan bantuan vertical dryer sangat dibutuhkan petani di Halmahera Tengah untuk mempercepat proses pengeringan hasil panen sekaligus menjaga kualitas gabah, terutama saat musim hujan.

“Sebagian besar anggarannya akan ditanggung oleh Kementerian. Nanti kita akan menyesuaikan dengan biaya material di Halmahera Tengah. Kalau tidak mencukupi, maka akan ditanggung oleh Pemda Halteng. Namun, kita berharap anggaran dari kementerian sudah mencukupi,” kata Lutfi, Rabu (15/7/2026).

Dertical Dryer (ft/ist)

Selain vertical dryer, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan pengembangan tanaman cabai (rica) seluas lima hektare. Bantuan tersebut akan difokuskan di kawasan sentra pertanian Wairoro, Kecamatan Weda Selatan.

“Kita juga mendapatkan bantuan tanaman rica seluas lima hektare. Jadi bibit, obat-obatan, mulsa, hingga pupuk semuanya disediakan,” ujarnya.

Lutfi menambahkan, bantuan cabai tersebut akan diserahkan langsung kepada kelompok tani dengan pendampingan dan pengawasan dari Dinas Pertanian Halmahera Tengah.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga membuka peluang pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa kendaraan roda tiga (Viar). Namun, hingga saat ini bantuan tersebut masih terkendala karena belum adanya usulan resmi dari Dinas Pertanian.

“Kita juga berpeluang mendapatkan bantuan Viar, tetapi sampai sekarang belum ada permohonan yang diajukan. Karena itu, kita akan segera menyiapkan usulan agar bantuan tersebut bisa direalisasikan,” tandasnya. (*)