WEDA – Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho, bersama tim menyampaikan laporan hasil pengamatan lapangan terkait kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian di Wairoro, Weda Selatan akibat fenomena El Nino kepada Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Selasa (31/3/2026).
Laporan tersebut merupakan hasil pemantauan langsung di lapangan serta diskusi dengan para petani yang dilakukan sehari sebelumnya, Selasa (31/3/2026). Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kekurangan pasokan air hingga serangan hama, turut disampaikan secara rinci kepada pimpinan daerah.
“Kami telah menyampaikan laporan hasil pemantauan di lapangan secara langsung kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, termasuk kondisi riil yang dihadapi para petani,” ujar Lutfi.
Ia menjelaskan, dampak El Nino mulai dirasakan oleh petani di Wiroro, khususnya pada tanaman hortikultura seperti cabai yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekeringan dan serangan hama.
Meski demikian, Dinas Pertanian telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan awal guna meminimalisir kerugian petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyalurkan obat-obatan pertanian untuk mengatasi serangan hama.
“Obat-obatan kami suplai untuk membantu petani menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini. Selain itu, kami juga berupaya mencarikan solusi terkait kebutuhan air agar tanaman tidak mati akibat kekeringan,” jelasnya.
Lutfi menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam penanganan dampak El Nino, termasuk kemungkinan intervensi bantuan tambahan bagi petani terdampak.
Dengan adanya laporan tersebut, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga produktivitas pertanian serta melindungi petani dari potensi kerugian yang lebih besar. (aji)









