JAILOLO – Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang yang mengguyur wilayah Kabupaten Halmahera Barat sejak Selasa (6/1/2026) sore hingga Rabu (7/1/2026) dini hari menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, menjelaskan bahwa banjir paling parah terjadi di Kecamatan Ibu, tepatnya di Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Desa Gamlamo.
“Tinggi air banjir di tiga desa tersebut mencapai sekitar tiga meter dan merendam hampir 80 persen rumah warga serta fasilitas umum, terutama di Desa Tongute Ternate dan Tongute Ternate Asal. Listrik PLN padam sehingga jaringan telekomunikasi juga terputus hingga pagi hari,” ungkap Djufri melalui keterangannya.
Selain itu, banjir juga melanda Desa Togola Sanger, Tahafo, dan Togola Wayoli. Di Kecamatan Ibu Selatan, dua desa terdampak banjir yakni Desa Sarau dan Desa Talaga.
Djufri juga menyebutkan, banjir dan longsor terjadi di ruas jalan antara Gunung Batu dan Gunung Cengkeh, Desa Ngalo-ngalo, Kecamatan Ibu Selatan, yang menyebabkan jalur transportasi Ibu-Jailolo terputus.
“Di Kecamatan Ibu Utara, longsor menutup jalan di ujung Desa Borona. Akibatnya, akses transportasi menuju Desa Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu, dan Togoreba Tua tidak dapat dilalui kendaraan,” jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Loloda, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Tolofuo dan Desa Soasio, yang mengakibatkan sejumlah rumah warga tertimpa material longsoran. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun korban luka.
“BNPB bersama unsur terkait terus berupaya menjangkau dan membantu warga terdampak. Masih terdapat sejumlah titik banjir dan longsor yang belum sepenuhnya terpantau,” ujarnya.
Di Kecamatan Sahu Timur, banjir melanda Desa Gamomeng dan Desa Idam Gamlamo sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, menyebabkan banyak rumah warga terendam. Banjir di Desa Gamomeng juga mengakibatkan akses jalan menuju Susupu tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 23.00 WIT.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Sahu, tepatnya di Desa Balisoan Utara dan Desa Ropa Tengah Balu (RTB), akibat meluapnya sungai di Desa Jarakore dan Desa Lako Akelamo. Selain itu, longsor di Desa Sasur menimpa rumah warga, sementara di Desa Goro-goro, banjir dan longsor memaksa warga mengungsi ke gedung gereja setempat.
“Kita berdoa semoga cuaca segera membaik dan masyarakat senantiasa diberikan perlindungan dari marabahaya dan bencana,” tutup Wakil Bupati. (red)









