SOFIFI-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur vital di wilayahnya. Plt. Kepala BPJN Malut, Abdul Hamid Payapo, menargetkan proses perbaikan lantai Jembatan Akelamo dapat rampung sepenuhnya pada November 2026.
Sebagai langkah awal, BPJN Malut saat ini sedang mempercepat pembangunan jembatan darurat dengan konstruksi rangka bailey sepanjang 70 meter. Jembatan sementara ini ditargetkan sudah dapat digunakan oleh masyarakat pada akhir September 2026.
“Jembatan darurat ini difungsikan untuk menampung arus kendaraan selama proses pembongkaran dan perbaikan lantai Jembatan Akelamo yang rusak. Pekerjaan perbaikan lantai jembatan kami targetkan berlangsung selama satu bulan pada Oktober dan tuntas pada November. Kami ingin memastikan jembatan ini rampung 100% sebelum terjadi puncak kepadatan lalu lintas pada Desember mendatang,” ujar Abdul Hamid Payapo.
Jembatan Akelamo yang memiliki panjang bentang 100 meter merupakan jalur logistik dan transportasi utama yang menghubungkan Ibu Kota Sofifi dengan Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Menanggapi potensi potensi kemacetan selama pekerjaan berlangsung, pihak BPJN Malut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Untuk menekan risiko kemacetan dan menjaga keselamatan lalu lintas, BPJN Malut melalui PPK 2.1 Wahyudi akan menempatkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) serta memasang rambu-rambu petunjuk di sekitar lokasi proyek. Selain itu, BPJN Malut juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian setempat agar arus lalu lintas di ruas jalan tersebut tetap aman, tertib, dan lancar. (*)









